Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Blogger Template From:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Friday, January 10, 2014

LOWONGAN PEKERJAAN 2014

PT. Global Green Trading (Colony Group) Membutuhkan TL & BA untuk program 2014 exclusive di Perusahan Rokok Ternama Di Indonesia area PALEMBANG, JAMBI, LAMPUNG, PEKANBARU, PADANG dan BATAM. 

Dengan Fee BA/FP :
Rp. 320.000 (blm termasuk potongan Pph & insurance), sudah termasuk uang makan (BA/FP). Seminggu jalan 6 kali.

BA/FP/SPG :
• Wanita 
• Min 19 - 26 tahun 
• Min 163 cm ( No Heels )
• Good Attitude & Communication

BA/FP/SPG import:
• Transport PP + mess/kos ditanggung perusahaan

Kriteria Umum :
• Berpenampilan Menarik (Cantik) 
• TIDAK SEDANG KULIAH (STUDI)
• Berat Badan Proporsional 
• Memiliki kemampuan komunikasi yang baik 
• Mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris (Untuk Brand Tertentu)
• Memiliki excellent Interpersonal Skill
• Bersedia ditempatkan dimana saja
• Tidak sedang di kontrak dengan perusahaan lain.
• Bersedia di kontrak
• Good Attitude & Communication (Tidak Males & Manja)
• Punya Komitmen
• Konsisten
• Bersedia Ke Luar Kota 

Fee TL
Rp. 370.000 (blm termasuk potongan Pph & insurance), sudah termasuk uang makan (TL).

Team Leader :
• Pria
• Min 25 - 27 tahun 
• Min 170-175 cm 
• Good Attitude & Communication
• Mampu mengoprasikan Ms.Office
• Memiliki Laptop, BlackBerry & SIM A
• Mengenal area beserta tempat-tempat yang sering dikunjungi target konsumen di kota tersebut. 
• Komitmen
• Konsisten
• Leadership
• Bersedia Ke Luar Kota

Yang Berminat Kirim Biodata Diri :
Nama :
Alamat / domisili :
Umur :
Tggi Badan :
Berat Badan :
Pengalaman :
No.Hp :
Dan kirimkan foto fullbody dan close up

Contact Person :
Trias
BB : 2256ddae
No hp : 081575888803
Email : triaswu@yahoo.com

Kantor Colony Area palembang PT. Global Green Trading (Colony Group) 

JL. HBR Moetik komplek green tara Blok B No.5 KM 8 (lorong sebelum JM sukarame)

Bantu Broad Cast ya guys, siapa tahu ada temen/saudara/tetangga kalian yang mau kerja dan bergabung dengan kita, tq ;)

Friday, April 6, 2012

Kulit dan Isi


Tak kureguk cawan empedu kecuali akan berbuih madu. Tak kudaki jalan setapak rimba kecuali mencapai padang sabana. Aku tak akan kehilangan seorang kekasih dalam kabut malam kecuali aku menjumpainya dalam terang fajar.
Betapa sering kututupi kepedihan dan penderitaan sambil berandai bahwa disana ada ganjaran dan kebaikan. Namun setelah jubah itu kutinggalkan maka kudapati kepedihan itu berubah menjadi kemegahan dan penderitaan itu  berubah menjadi kesejukan dan ketentraman.
Betapa sering aku dan kawanku berjalan di alam nyata lalu membatin, “Alangkah bodoh dia, betapa dungu dia”. Namun sesungguhnya aku belum mencapai alam rahasia hingga kulihat diriku seorang tiran yang lalim dan kulihat dia seorang arif yang bijak.
Betapa sering aku mandam oleh anggur materi dan mendugaku serta teman minumku bagai domba dan serigala. Setelah aku sadar dari mabukku maka kulihat diriku seorang manusia dan ia pun seorang manusia biasa.
Aku dan kalian, terperangkap oleh sesuatu yang tampak pada permukaan lahiriah kita, tetapi terbutakan dari segala sesuatu yang tersamar dari hakikat kita. Bila salah seorang diantara kita jatuh maka kita katakan, “Dia gugur”. Jika lamban kita bilang, “Dialah si lemah yang merugi”. Jika bimbang kita sebut, “Dia bisu”. Bila mendesah karena mengeluh kita bilang, “Itu suara sekarat dan dia di ambang ajal”.
Aku dan kalian terlanjur simpati pada kulit. Karena itulah kita tidak mampu melihat sesuatu yang dirahasiakan-Nya pada “Aku” dan pada yang disembunykannya pada “Kalian”.
Apa yang seharusnya kita perbuat sedangkan kita lupa pada segala kebenaran yang ada pada diri kita karena pengaruh tipu daya?
Kukatakan padamu, barangkali ucapanku adalah topeng yang menutupi wajah sejatiku. Kukatakan padamu dan pada diriku bahwa apa yang kita lihat dengan mata kita tidaklah lebih dari kabut yang menutupi sesuatu yang seharusnya kita saksikan dengan mata hati kita. Dan apa yang kita dengar dengan telinga kita tak lain adalah dengung yang mengacaukan apa yang semestinya kita dengar dengan hati kita.
Tidak… jangan engkau menunjuk hakikat seseorang dengan sesuatu yang tampak pada dirinya. Jangan kau ambil ucapan seseorang atau tingkahnya sebagai alamat bagi suara hatinya. Karena orang yang kau anggap bodoh karena lidahnya cedal atau dialeknya lemah siapa tahu perasaannya adalah jalan terang bagi kecerdasan dan hatinya adalah tempat turunnya wahyu. Dan barangkali orang yang kau hina karena buruk muka dan nestapa hidupnya, ia adalah tiupan dari Surga di bumi, sebagai karunia Ilahi pada manusia.
Tidak… hidup bukanlah kulit luarnya, tapi yang tersembunyi. Dan bukanlah yang tampak pada kulitnya, tapi isinya. Manusia bukanlah wajah mereka, tapi hati mereka.
Tidak… agama itu bukan yang ditampakkan di tempat ibadah dan ditampilkan oleh ritus dan dogma. Agama ialah yang tersimpan di jiwa mengejawantah melalui hati.
Bukan… seni bukanlah apa yang kau dengar dengan telingamu, tinggi rendahnya suara suatu nyanyian atau getaran intonasi kata-kata di dalam pusisi atau juga garis dan warna dalam lukisan yang kau lihat. Tetapi, seni adalah jarak bisu yang gemetar yang datang dari tekanan suara dalam nyanyian, sesuatu yang diam, tenang, liar, dalam jiwa sang penyair, yang merasukimu melalui puisi serta yang disampaikan oleh sebuah lukisan yang engkau lihat, dan engkau menatapnya pada apa yang ia lebih jauh dan lebih indah darinya.
Tidak… bukanlah hari-hari itu dengan kenyataannya. Dan aku, aku sang pejalan dalam pawai siang dan malam, aku bukanlah apa yang sedang kuutarakan padamu, melainkan sekadar suara hati yang tenang yang dibawa perkataanku kepadamu.
Karena itulah, jangan kau sangka diriku bodoh sebelum kau selami diriku yang sejati. Jangan bayangkan aku jenius sebelum kau telanjangi diriku yang asli. Jangan kau bilang aku kikir berkepal tangan sebelum kau lihat hatiku. Atau juga mulia dan dermawan sebelum kau tahu sesuatu yang mengisyaratkan pada kemulian dan kedermawananku. Jangan kau kira aku seorang pencinta hingga jelas bagimu cahaya dan api dalam hatiku. Jangan kau anggap diriku kesepian hingga engkau menyentuh lukaku yang berdarah.
Power of Dream Slideshow: Aozora’s trip to Semarang, Jawa, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Semarang slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.