Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Blogger Template From:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sunday, October 30, 2011

Misunderstanding about MEN

FOR EVERY WOMAN WHO HAS LONGED FOR THE RELATIONSHIP OF HER DREAMS, I AM WRITING TO YOU. WHAT BEGAN AS A JOB HAS TURNED INTO A PASSION. THERE IS NOTHING MORE REWARDING FOR ME THAN THE EXPERIENCE OF WATCHING A WOMAN FINALLY OBTAIN HER HEARTS DESIRE

ABOUT RELATIONSHIP


Meningkatkan kualitas relationship…
Aku akan membicarakan sedikit tentang Relationship… Menurutku Relationship adalah tahap KEDUA setelah tahap pertama yaitu SELEKSI… Sebelum kita menentukan untuk membangun sebuah Relationship, pasti kita secara sadar atau tidak sadar akan melalui tahap SELEKSI, baik itu me-nyeleksi atau di-seleksi… Nah tahap ini sangat penting karena PERMULAAN menentukan HIDUP-MATI nya, BAIK-BURUK nya dan INDAH-JELEK nya sebuah Relationship…THINK BEFORE YOU JUMP… berfikirlah sebelum anda harus menjalani.

Jangan terlalu cepat untuk menentukan sebuah Relationship hanya dengan “merasa” bahwa dialah pasangan yang tepat untuk Relationship… Pikirkan baik-baik apakah pasangan yang kita pilih benar-benar cocok, atau “rasa” itu hanya emosi sementara… Karna aku pernah terburu-buru "merasa" hanya dengan emosi, alhasil pilihan yang aku harapkan tidak sesuai. Tetapi juga jangan TERLALU BANYAK BERFIKIR dan MENGANALISA... karena belum tentu semua yang kita pikirkan itu benar adanya...Yang kita perlukan adalah HARMONISASI “rasa” dan “pikiran” kita kedepan... Sulit untuk saya jelaskan tapi saya yakin kamu mengerti maksudku... Kita akan bahas lebih jauh tentang tahap SELEKSI dan RELATIONSHIP… tapi saat ini aku ingin memberikan beberapa pointer penting yang patut anda semua pahami dan terapkan dalam memilih pasangan anda...

Pertama, dan yang PALING PENTING!

Bangun dulu RELATIONSHIP YANG BAIK dengan DIRIMU SENDIRI barulah kamu bisa membangun relationship yang baik dengan orang lain! Jika kamu sendiri tidak menyukai dirimu, mengeluh, menyalahkan orang lain, menyalahkan diri sendiri, mengutuk takdir dan mengatakan hidup itu tidak baik, siapa yang mau TERTARIK membangun RELATIONSHIP dengan kamu?
Jika ada yang menyukai dirimu apapun yang terjadi, kamu selalu positif, ceria, bahagia dan membagikan cinta, maka sudah PASTI banyak orang selalu ingin dekat dengan anda! Dijamin!

Kedua, Jangan menentukan Relationship cuma karena KASIHAN

Ketiga, Jadilah SPESIFIK dalam menentukan seperti apa pasanganmu

Keempat, Teliti dulu SIFAT pasanganmu untuk menghindari "manis didepan dan pahit dibelakang"… ini vital, karena banyak pasangan yang pertamanya saja kelihatan baik, tapi setelah sudah di relationship, semua kelakukannya BERUBAH TOTAL… nanti kita akan bahas bagaimana cara menumbuhkan “pengelihatan” yang dapat melihat langsung perilaku seseorang yang sebenarnya (reading the cues)… stay tune :)

If you like it, then take it… if you don’t, just leave it…

Dalam memulai segala sesuatu, saya selalu berpatokan kepada MINDSET... kenapa mindset? Karena mindset merupakan “setting default” untuk segala macam action dan tujuan kita... Jadi sebelum kita memikirkan bagaimana caranya membuat pasangan kita betah untuk ada dalam relationship, kita harus PIKIRKAN DULU setting standar kita yaitu MINDSET kita sendiri!
Fase SELEKSI adalah fase dimana kedua pasangan saling “meng-audisi”... fase ini juga bisa disebut pedekate...Ingat ini: Jika KAMU tidak MAU PUNYA MASALAH, jangan cari MASALAH!... Maka Fase ini penting untuk “menentukan” apakah calon pasangan kamu itu adalah orang yang akan membuat anda bahagia, atau membuat anda terpuruk.

Orang MENENTUKAN untuk menuju relationship dengan pasangannya hanya dengan dua faktor, yaitu:
1. EMOSI (perasaan)
2. LOGIKA (preferensi, fisik, masa depan cerah, dll)

Nah contoh kecilnya "AKU", selalu MENGAMBIL keputusan untuk berhubungan berdasarkan EMOSI… (secara pribadi aku seperti itu) dan hal ini banyak membuat orang BUTA akan kenyataan… yang ada dipikiranku adalah “aku AKAN MELAKUKAN APA SAJA TERMASUK MENGHANCURKAN HIDUP aku, ASAL BISA SAMA PASANGANku!” dan setelah aku menjalani hubungan, semua tidak “indah” seperti yang aku pikirkan sebelumnya... mulai bermunculan masalah dari pihak keluargalah, masalah kehidupan seperti waktu, keuangan dan kecemburuan, dan hal ini membuat BOSAN satu sama lain, saling tidak sependapat dan akhirnya aku MENYESALI keputusan yang aku ambil itu, karena keputusanku hanya berdasarkan emosi sementara yang membutakan mereka akan realita yang sesungguhya yaitu HIDUP itu LEBIH hanya dari sekedar ROMANTIKA... dengan kata lain, aku tidak bisa mengatur dengan baik Relationship, karena hanya berdasarkan EMOSI... Ada juga yang “spekulasi” seperti diatas dan BERHASIL membuat relationship mereka langgeng karena saling cocok... tapi itu mungkin hanya 1% kemungkinan…

Kebalikannya adalah orang-orang yang menggunakan LOGIKA…
Mereka mencari pasangan yang sesuai PREFERENSI mereka TANPA memikirkan RASA (emosi)…Contohnya seseorang mempunyai PREFERENSI pasangan yang tinggi, putih dan kaya… dia mencari dan menemukan pasangan yang sesuai PREFERENSI nya dan akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan... Tapi sayang karena relationship nya HANYA didasari PREFERENSI dan tidak melibatkan EMOSI atau RASA CINTA, maka tetaplah itu akan sia-sia… Hubungannya akan terasa hambar karena ketidak cocokan masing-masing dalam sifat dan perasaan walaupun secara MANAJEMEN semuanya sudah cocok/sesuai…

I think, yang HARUS diperhatikan adalah HARMONISASI “rasa” dan “logika” untuk manajemen kedepan... Ingat juga bahwa kita adalah orang-orang yang masih hidup dalam budaya ASIA yang MASIH HARUS dicampuri dengan urusan KELUARGA… kita tidak bisa SEPENUHNYA INDEPENDEN…Jadi pastikan KELUARGA kitapun MERESTUI pasangan kita jika kita tidak mau pusing dengan urusan keluarga!

I’ve been on this situation SO MANY TIMES!... specially with my MOM… sadly we have DIFFERENT characteristic for my… but its ok… finally he REALIZE that my HAPPINESS is based on ME… thank you mom…

Pikirkan juga tentang hal-hal yang akan kalian hadapi di fase Relationship untuk kemudahan mengaturnya nya… tapi jangan terlalu menganalisa secara berlebihan dan terlalu STRICT!... Kuncinya adalah HARMONISASI kebebasan dan peraturan yang sehat! Pastikan pasangan kalian itu PASANGAN YANG SEHATI DAN SEPENGERTIAN! Jangan hanya mentang-mentang cantik atau ganteng langsung jadian!... paling pusing dalam menjalani hubungan dengan orang yang CEMBURUAN, CURIGA’AN dan NGGAK PENGERTIAN… Relationhip itu ditujukan untuk membawa kita lebih tinggi… bukan membawa kita lebih dalam MASALAH dan KEHANCURAN! Relationship should make our life HAPPY, otherwise its NOT a RELATIONSHIP…

When you are NOT HAPPY in your Relationship for a long time, don’t TRY to fix it… CUT IT and start FRESH!

Pikirkan quote diatas… Itu adalah quote yang sangat keras! Didalam kelembutan diperlukan kekerasan untuk membuatnya tetap lembut… Didalam kebaikan diperlukan ketegasan untuk mempertahankannya… Jangan bermain-main dengan emosimu dan pasanganmu selayaknya drama sinetron, telenovela atau film romantis… Hati-hati dengan “ilusi” rasa KASIHAN yang justru dapat menjurus ke kehancuran… Kadang sedikit ketegasan dan kekerasan diperlukan untuk menciptakan perdamaian… Jangan pernah mentoleransi sebuah HUBUNGAN yang sesungguhnya hanya sebuah “status”

Relationship should make our life HAPPY. otherwise it’s NOT a RELATIONSHIP…

Kelima, Jadilah “kejam” sebelum menjadi “penyayang”... HA? Opo iki maksudnya ? Ini kebalikan dari "manis didepan dan pahit dibelakang"… justru kita HARUS PAHIT DIDEPAN dan MANIS DIBELAKANG…

Jika kita jadi diri kita apa adanya dengan segala KEKURANGAN dan KELEBIHAN kita, jika kita jelas dengan apa yang kita inginkan, jika kita JELAS dengan PERATURAN yang akan dijalankan bersama dalam relationship, maka itulah DIRI KITA SEBENARNYA TANPA MANIPULASI! Jika pasangan kita dapat menerima kita apa adanya sejak pertama kali, maka sudah jelas Relationship kita akan Langgeng… Kebanyakan orang menjadi sangat MANIPULATIF sebelum menjalani suatu hubungan … mereka baik, perhatian dan menjadi manis semanis-manisnya… diri mereka yang SESUNGGUHNYA baru ditampilkan sesudah menjalani hubungan itu dan pada akhirnya menjadi konflik karena mereka menjadi SANGAT BERBEDA dari sebelumnya… HAAAAAAAH.................... !!!

Keenam, dan yang paling KONTROVERSIAL!...
Jangan PERNAH berfikir BAGAIMANA MEMBUAT RELATIONSHIP kamu LANGGENG! Never Ever Think “HOW” To Make Your Relationship Last!... Karena pada saat kamu memikirkan bagaimana membuat relationshipmu langgeng, pada saat itu pula kamu menyatakan ketakutanmu untuk kehilangan pasanganmu dan ketakutan itulah yang akan membuat kamu dan pasanganmu sengsara!... Dimana ada KETAKUTAN, disitulah akan ada KETER-IKAT-AN yang MEMAKSA!...

Dimana ada PEMAKSAAN disitulah ada BEBAN!...
Dimana ada BEBAN disitulah PERMULAAN DARI KESENGSARAAN dan AKHIR DARI KEBAHAGIAAN!...

Dan pada saat relationship yang mengikat itu menyengsarakanmu, maka kamu tidak akan lepas dari sengsara itu karena kamu TERIKAT sebuah RELATIONSHIP!...
Disitulah BIBIT dari perselingkuhan, kepenatan, kebosanan dan kesengsaraan yang TERPENJARA oleh sebuah RELATIONSHIP yang membuat anda tidak dapat berbuat apa-apa selain menyesal dan terus menjalani RELATIONSHIP sebatas “status”...

Semoga KAMU BERFIKIR SAAT INI !!!

Relationship bukan tentang KETERIKATAN apalagi MEMILIKI SATU SAMA LAIN!… Relationship adalah tentang KEPERCAYAAN akan sebuah KEBEBASAN!... Semakin kamu MENGIKAT pasanganmu atas nama relationship, Semakin cepat pasanganmu akan meninggalkanmu... Semakin sedikit aturan yang kamu berikan ke SIAPAPUN, semakin mereka menyukaimu... karena pada dasarnya tidak ada satupun manusia yang suka diperintah (Chapter I from the Book “How to Win Friends and Influence People” by Dale Carnegie)

Semakin kamu MEMBEBASKAN seseorang secara BATIN, semakin mereka INGIN MENGIKATKAN DIRI kepadamu!... Lihatlah BINATANG peliharaanmu… semakin kamu ikat, semakin SENGSARALAH binatang tersebut… Tapi jika kamu LEPAS dan beri KEBEBASAN, maka binatang tersebut akan selalu mencarimu untuk bermain bersamamu! Tanyakan kepada semua pegawai dan kariyawan… mana yang mereka pilih… pekerjaan yang BANYAK PERATURAN, atau pekerjaan yang SEDIKIT PERATURAN…

Kamu TIDAK AKAN PERNAH BISA mengontrol orang lain termasuk pasanganmu kecuali diri kamu sendiri... Kesetiaan , Loyalitas dan Rasa Sayang datang dari KESADARAN DALAM HATI, bukan PAKSAAN... Jangan pernah CEMBURU, MENGIKAT apalagi MENGGURUI...

Ketujuh, Nyatakan DENGAN JELAS dan TEGAS bahwa jika pasangan kamu MENYALAH GUNAKAN kepercayaan yang kamu berikan, maka selesailah sudah relationshipmu dengannya... Dan jika itu terjadi, DIA BUKANLAH PASANGAN YANG TEPAT untuk KAMU !... Jangan sampai kamu menikah dengan pasangan yang sebetulnya bukan untukmu... lebih baik sebelum menikah kamu pastikan dulu mana yang terbaik untukmu... tidak secara emosional.

Kedelapan, jadilah yang TERBAIK untuk HARI INI... Buatlah RENCANA untuk masa depan RELATIONSHIP mu, tapi JANGAN TERIKAT dengan rencana tersebut… relakan apa yang akan terjadi nanti… Buang jauh semua ke-khawatiranMu! Fokuskan perhatianmu UNTUK SAAT INI, DETIK INI dan MOMEN INI dengan pasanganmu karena kamu belum berada di masa depan… satu-satunya saat untuk kamu agar dapat berbuat sesuatu adalah SAAT INI…

Make the BEST of TODAY and Tomorrow will be GREAT...

Kesembilan, Ini bukan tentang MEMBERI ataupun MENERIMA… ini adalah BERBAGI… Banyak pasangan yang tidak seimbang dalam BERBAGI… ada salah satu dari pasangan yang hanya mau MENERIMA, ada juga salah satu dari pasangan yang hanya MEMBERI dan terus MEMBERI tanpa memikirkan pasangannya MENYALAH GUNAKAN pemberiannya tersebut… Relationship itu bagaikan TEAMWORK…

You CAN’T MAKE IT WITHOUT TEAM WORK…

This is not about Giving or Taking, this is about Sharing…

Apa sih kesetiaan? ada yang bisa jawab?
jawablah sesuai keinginan masing-masing...
sekarang pertanyaanku lebih intense lagi...
siapa yang mau punya PASANGAN YANG SETIA?
siapa yang mau punya TEMAN YANG SETIA?

Pasti kita semua mau punya teman atau pasangan yang setia... Nah kalo kita semua menginginkan kesetiaan orang lain, kita tanya pada diri kita sendiri: APAKAH KITA ORANG YANG SETIA ATAU TIDAK?
Ga usah dijawab disini... karena pasti jawabannya "YA! saya ORANG YANG SETIA"... dan saya yakin itu cuma EGO MEMBELA DIRI MASING-MASING aja... jawab aja dalam hati sejujur-jujurnya...

Pikirin deh baik-baik pertanyaan itu...

So rumusnya adalah "berikan kesetiaan" = "mendapatkan kesetiaan" bukannya "mengharapkan kesetiaan" = "mendapatkan kesetiaan" apalagi "memaksakan kesetiaan" = "mendapatkan kesetiaan" that is bulshit!...its easy of you think NOT SELFISH-LY... remember, dont use EGO... use your HEART... nah kalo ada yang RAGU akan kesetiaan cewe karena pengalamannya yang lalu-lalu dikecewakan cewe dll dll, well, why is that? ada TRIGGER di otak kita yang namanya GENERALIZATION yang fungsinya "men-standarkan" satu golongan atau hal tertentu menjadi ssuatu yang sama... nah topik ini cukup panjang kalo dibahas, tapi intinya hati-hati dengan GENERALIZATION... kalo kita gunakan POSITIF, maka jadilah POSITIF... kalo NEGATIF maka jadilah NEGATIF... sekarang coba kita pikir pake otak jangan pake ego:

apakah SEMUA CEWE ato COWO ITU SAMA?
apakah SEMUA CEWE ato COWO ITU GA SETIA?
adakah CEWE ato COWO YANG SETIA DI DUNIA INI?

Jawabannya:
Semua cewe ato cowo TIDAK SAMA... ada yang SETIA dan ada yang TIDAK... dan jangan tanya faktornya... karena terlalu banyak... intinya, "setia" dan "tidak setia"... adakah cewe ato cowo setia di dunia ini? YA ADA LAH!... tapi gimana bisa ketemu kalo kita MALAH CARINYA CEWE ato COWO YANG GA SETIA TERUS-MENERUS? dan ingat ini : SETIA atau TIDAK SETIANYA seorang cewe ato cowo, itu TERGANTUNG masing-masing !... maksudnya? maksudnya adalah: secara psikologis dan biologis, cewe to cowo manapun INGIN sama-sama saling bisa mengerti satu sama lain !... Cewe ingin cowo nya bisa memimpin tapi bukan berarti memaksa secara ego. Dan cowo juga ingin cewe nya patuh. Intinya saling mengerti, menghormati, menghargai, jujur dan setia.

Jika pada saat si cowo TIDAK BISA MEMIMPIN, atau MENYERAHKAN TAHTA kepemimpinan ke si cewe... tebak apa yang terjadi? si cewe pasti jadi SEMENA-MENA terhadap si cowo! Bukan karena mereka MAU semena-mena... tapi secara biologis, wanita itu dikuasai 80% emosi yang moody!... jadilah mereka PEMIMPIN yang MOODY!...

Itulah yang sering kejadian sama banyak cowo saat mereka MEMBERIKAN tahta kepemimpinan mereka ke cewe... dan cowo2 ini bingung kenapa cewenya jadi sensitif, cepet marah, selingkuh dan lain lain... karena cowo berfikir LOGIKA dan cewenya MEMIMPIN secara EMOSI!...

Maaf kalau tulisan ini kurang berkenan...

Sunday, October 2, 2011

Tidak Ada Yang Mengalahkan Ketekunan


Menurut Napoleon Hill dalam Think and Grow Rich, rahasia menaklukkan rintangan adalah ketekunan. Ketekunan adalah usaha terus menerus tanpa berhenti dan menyerah untuk mencapai impian dan tujuan hidup kita. . Ketekunan adalah rahasia untuk meraih kekayaan dan keinginan kita katanya. Ketika kita menekuni untuk mencapai tujuan dan cita-cita hidup kita maka cepat atau lambat kita akan berhasil.
Menurut Napoleon Hill dalam Think and Grow Rich, rahasia menaklukkan rintangan adalah ketekunan. Ketekunan adalah usaha terus menerus tanpa berhenti dan menyerah untuk mencapai impian dan tujuan hidup kita. . Ketekunan adalah rahasia untuk meraih kekayaan dan keinginan kita katanya.
Perkataan seorang Penulis buku sukses kelas dunia yaitu John C Maxwell diatas ada baiknya kita renungkan. “Jika anda tetap melakukan apa yang anda lakukan. Anda tetap mendapatkan apa yang selalu anda dapatkan”.
Thomas Alva Edison pernah mengatakan “banyak kegagalan hidup yang dialami manusia disebabkan mereka tidak mengetahui bahwa mereka telah selangkah lebih dekat dengan kesuksesan. Ini terjadi ketika mereka kemudian menyerah pasrah”.
Judul diatas yaitu “tidak ada yang mengalahkan ketekunan” mengandung makna bahwa apapun kehebatan dalam diri kita, seperti kepintaran, ketampanan/kecantikan, kekuatan tubuh, semua itu tidak akan berarti apa-apa jika tanpa ketekunan. Semua itu dapat dikalahkan oleh ketekunan.

Kisah hidup seorang Arnold Scwarzenegger dapat menjadi inspirasi bagi kita.
Dia adalah seorang pemuda yang dilahirkan disebuah desa kecil tanpa alat komunikasi. Bahkan hanya ada satu TV di restoran di desa itu. Keluarganya juga sangat sederhana. Prestasi sekolahnya pun rata-rata. Tapi dia dikenal sebagai seorang yang periang dan bersemangat. Dia bercita-cita untuk menjadi seorang besar. Salah satu cita-citanya adalah menjadi atlet Binaragawan. Berbekal latihan dan ketekunan pada tahun 1966 sampai tahun 1975 dia memenangkan 5 gelar Master Universe dan 6 gelar Mr Olimpia. Kemudian dia bercita-cita lagi menjadi seorang bintang film. Dengan tekun dia menawarkan diri sebagai artis. Banyak sutradara yang awalnya meragukan kemampuannya. Namun akhirnya dia berhasil membintangi beberapa film yang akhirnya menjadi film terlaris seperti Conan the Barbarian, Terminator, Command, Predator, Commando, Total Recall dan lain-lain.
Setelah sukses didunia film. Kemudian dia bercita-cita menjadi seorang politisi dan Gubernur. Dia menekuni cita-citanya tersebut sampai akhirnya di terpilih sebagai Gubernur California dari Partai Republik. Dia diramalkan menjadi salah seorang Calon Presiden dari Partai Republik. Kenapa seorang Arnold Scwarzenegger berhasil menggapai cita-citanya. Kuncinya adalah ketekunannya dalam menggeluti bidang yang dia inginkan sampai berhasil.

Lalu bagaimana caranya menggunakan ketekunan sebagai kekuatan untuk meraih kebahagiaan sejati, dunia dan akhirat. Menurut Napoleon Hill seseorang bisa belajar untuk menjadi tekun. Apa sumber ketekunan? Jawabannya sebagai berikut:
1.      Kepastian tujuan. Mengetahui yang kita inginkan adalah langkah paling pertama untuk mengembangkan ketekunan. Tujuan akan memaksa seseorang untuk mengatasi berbagai kesulitan.
2.      Keinginan. Keinginan adalah sarana memelihara ketekunan. Keinginan yang kuat akan mengalahkan kemalasan. Keinginan akan membuat anda mengejar sasaran-sasaran yang anda inginkan dengan tekun.
3.      Kemandirian. Keyakinan dan kepercayaan pada diri sendiri akan membuat anda berbuat dan bertindak untuk mencapai keinginan dan rencana anda dengan tekun sampai selesai, tanpa tergantung pada orang lain.
4.      Kepastian rencana. Rencana yang tersusun dengan jelas dan rapi akan mendorong anda dengan tekun untuk melaksanakannya.
5.      Pengetahuan akurat. Mengetahui cara dan strategi meraih tujuan, berdasarkan pemahaman ataupun pengalaman orang lain dapat mendorong ketekunan. Daripada hanya menebak-nebak apakah cara yang dilakukan efektif atau tidak
6.      Kerjasama. Simpati dan pengertian dengan orang lain akan mendorong ketekunan kita untuk mencapai tujuan.
7.      Kekuatan kemauan. Kemauan yang kuat dan focus untuk mencapai tujuan akan menimbulkan ketekunan
8.      Kebiasaan. Ketekunan merupakan akibat dari kebiasaan. Pikiran kita menyimpan informasi tentang keberhasilan ataupun kegagalan yang kita miliki. Rasa takut, rasa malas, hanya bisa dikalahkan dengan keberanian melakukan pengulangan tindakan (kebiasaan).

Kemudian bagaimana menumbuhkan ketekunan dalam diri. Ada empat langkah sederhana versi Napoleon Hill yang tidak membutuhkan banyak kecerdasan, banyak pendidikan formal, dan bahkan hanya sedikit waktu dan usaha, yaitu :
1.      Sebuah tujuan yang pasti dan didukung oleh hasrat keinginan yang menyala untuk mencapainya
2.      Sebuah rencana yang pasti, dinyatakan dalam tindakan terus menerus
3.      Sebuah pikiran yang tertutup rapat dari semua pengaruh negative dan menurunkan semanat, termasuk saran negative dari saahabat, kerabat dan orang terdekat kita
4.      Sebuah persekutuan bersahabat dengan satu orang atau lebih yang akan mendorong kita mengikuti sampai akhir baik rencana maupun tujuan.

Inilah langkah yang akan mengantarkan kita menuju kejayaan, kebebasan berpikir, kebahagiaan sejati dan kekayaan hidup. Langkah-langkah yang akan mengubah ketakutan kita menjadi keberanian dan mengubah tantangan menjadi peluang. Rahasianya adalah ketekunan. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang tekun dalam menggapai tujuan hidup kita. Apapun yang terjadi. Buktikan sendiri bahwa ketekunan dapat mengalahkan segala rintangan.

Saturday, October 1, 2011

Cinta bukan sebuah perasaan melainkan suatu TINDAKAN !!!

Cinta tidak memegang peranan, dalam proses pendekatan, courting, dating, atau apapun yang bersifat pre-relationship. Apapun yang dirasakan atau dilakukan pada tahap tidak ada hubungannya dengan cinta, melainkan selalu bersumber pada kombinasi antara gejolak kimia tubuh (hormon), biologis (nafsu), spiritual (rasa keberhargaan), psikologis (rasa menginginkan-diinginkan), dan status sosial (validasi dari kelompok). Karena variabel-variabel tersebut terkesan rumit dan tidak indah, maka manusia menutupinya, menyamarkannya, dan menciptakan sebuah konsep generalisasi yang lebih memuaskan: hubungan romansa dimulai dari perasaan cinta.
Pada esensinya, cinta tidak berbentuk perasaan, melainkan tindakan yang menjalani proses interpretasi. Dalam bahasa sehari-hari, sebelum kita merasa ‘jatuh cinta’, kita melakukan sejumlah tindakan tipikal yang kemudian diinterpretasikan (atau diberi label) sebagai sebuah ‘perasaan cinta’. Seseorang tidak mungkin merasa ‘cinta’ sebelum dia melakukan sesuatu, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain. Tindakan-tindakan tipikal tersebut bisa dari sesederhana sering membayangkan sang target, mencari-cari kesempatan untuk bersama, memberikan bantuan ini-itu, sampai berkorban perasaan demi sang target idaman, dsb.
Kita belajar hal tersebut lewat media dan contoh-contoh lingkungan lainnya. Mereka mendiktekan sejumlah hal yang romantis, lucu, konyol, dan bodoh yang layak dilakukan ketika hendak mendekati lawan jenis yang menarik. Kita kemudian melakukan hal itu bukan karena terdorong oleh perasaan cinta. Malah justru sebaliknya, kita melakukan supaya bisa merasakan sensasi cinta dan perasaan sejenisnya. Kita memaksa otak kita untuk secara selektif berpikir, “Hei, aku udah ngerjain ini-itu. Rasanya enak, persis gambaran orang-orang. Agak keliatan bodoh dan murahan, tapi karena aku orangnya pinter, ngga mungkin dong mau ngelakuin hal-hal tersebut dengan sendirinya. Well, satu-satunya penjelasan yang masuk akal adalah ini pasti karena aku terdorong oleh cinta. “
Dengan demikian, berlaku formula yang aku sebut Law of Compounding Actions (LOCA) yang berbunyi“Intensitas perasaan cinta berbanding lurus dengan frekuensi tindakan yang diberikan.” Alias, semakin banyak seseorang melakukan tindakan-tindakan tipikal yang sering diinterpretasikan sebagai cinta, semakin bertumpuk efek perasaan cinta yang dia dapatkan terhadap sang lawan jenis. Atau dengan kata lain, setiap tindakan yang kita beri dinterpretasikan oleh otak kita sebagai sebuah investasi, sehingga sesuai dengan logika, kita mengembangkan perasaan khusus pada sesuatu kita hargai, dan terus meningkat seiring pertambahan nilai yang diberikan.
Hanya saja, sedikit sekali yang menyadari Cinta sebagai akibat dari tindakan (atau LOCA), nyaris semua orang menganggapnya sebagai perasaan. Sebagai akibatnya, kita selalu berfokus pada kenikmatan perasaan itu sendiri. Menganggapnya sebagai sebuah ikatan timbul dengan sendirinya, dan akan selalu ada seperti itu tanpa perlu manajemen yang baik. Tenggelam menikmati reaksi, kita lupa memberikan aksi-aksi yang justru pada awalnya memicu reaksi kimia. Sebagaimana efek candu narkotik, kita menjadi semakin egois, pasif, dan menuntut.
Karena cinta tidak lebih dari reaksi candu kimia, atau setidaknya tidak seperti yang dipahami kebanyakan orang, sebenarnya bodoh sekali jika kita berpikir, “Aku udah ngga cinta lagi.” Yang ada adalah kita berhenti melakukan apa yang dahulu biasa dilakukan dan menyalahkan keadaan, kemalasan, keengganan tersebut pada sesuatu yang diistilahkan ‘out of love’, ‘kehabisan cinta,’ cinta yang jenuh,’ dan sejenisnya. Mendasari sebuah hubungan romansa pada seks, perasaan sayang dan cinta (sebagaimana dilakukan oleh pasangan yang belum cukup dewasa) ibarat menyimpan bom yang akan meledak bila waktunya tiba.
Kunci dari sebuah hubungan yang sehat dan stabil adalah LOCA, tapi itupun tidak terjadi dengan sendirinya. Kita hanya bisa bertindak sejauh mana kita mau memutuskannya. Hanya karena dua insan manusia merasa ’super klik’, itu tidak menjamin mereka diciptakan untuk sebuah hubungan romansa. Satu-satunya yang memastikan sebuah pasangan kontinyu berminat melakukan tindakan romansa adalah adanya kekuatan keputusan dan komitmen bersama. Formula ini juga bernama LOCA, yakni Law of Committed Attachment yang berbunyi, “Resultan tindakan akan terus bermultiplikasi secara infinite sepanjang akselerasi dari variabel komitmen awalnya.”
Cinta tidak lebih dari reaksi dari kedua momentum LOCA yang bekerja sama dilakukan oleh kedua belah pihak. Keduanya perlu memberikan keseriusan pada level yang sama agar hubungan itu terus berjalan dengan penuh gairah. Sekalipun pria Glossy dianjurkan menghindari ekspresi perasaan ngarep dan bergantung pada kekasihnya agar tidak membosankan (atau setidaknya berada dibawah intensitas ekspresi sang wanita kepadanya), namun dia tetap wajib memberikan sikap komitmen yang sama tingginya dengan sikap sang wanita.
Keputusan menciptakan Tindakan, dan Tindakan Yang Berulang-ulang menegaskan Perasaan. Sebuah hubungan romansa yang sehat dapat ditelusuri pada alur sederhana tersebut. Seseorang yang belum bisa memutuskan apa yang dia inginkan tidak akan berakhir pada hubungan romansa yang memuaskan. Lebih jauh lagi, cinta bahkan tidak berperan apa-apa dalam sebuah hubungan romansa. Sebagaimana sudah disebutkan pada poin pertama, cinta hanyalah label simplifikasi nan indah untuk proses yang dijelaskan di atas.
Jika dari awal tidak terlihat menyebut-nyebut tentang masalah Selera atau Preferensi (baik fisik maupun psikologis), itu karena menurut aku hal tersebut tidak tergolong dalam faktor berpengaruh dalam percintaan. Berikan saja cukup waktu pada sepasang pria-wanita yang saling bertentangan secara selera, asalkan mereka rajin berkomunikasi terus-menerus (baca: LOCA) dengan normal dan didukung oleh sedikit faktor eksternal lainnya, perlahan-lahan akan terbentuk konektivitas romansa di antara mereka berdua. LOCA memiliki kekuatan yang lebih besar daripada selera dan idealisme manusia. Apalagi jika LOCA dan selera bisa berjalan bersama-sama!
Cinta bukan lagi sebuah kabut mistis yang muncul dan hilang begitu saja. Dia juga bukan benda yang dimiliki (kata benda), melainkan sebuah keputusan yang dilakukan berulang-ulang (kata kerja). Seseorang yang baru saja ‘diputuskan dan kehilangan cinta’ berarti tidak perlu lagi menangisi berbulan-bulan akan cintanya yang hilang. Dia hanya perlu berdamai dengan rasa sakitnya tersebut dalam satu dua minggu, lalu kembali pada setumpuk agenda LOCA yang disebarkan dimana-mana. Seiring waktu, perasaan cinta itu akan kembali muncul bersemi, bahkan seringkali lebih mewah dan berkualitas dibanding sebelumnya. Demikian juga pasangan yang sudah merasakan ‘jatuh cinta’ sekarang bisa mengetahui apa saja yang perlu dipelihara agar hubungan romansa mereka tidak menguap hilang begitu saja.
Ah, selesai. Cukup sebelas aja dulu, lain kali aja sambungannya karena ternyata cukup sulit juga untuk disusun dalam bentuk tulisan begini. Kalau diobrolin jauh lebih lancar dan nyambung kemana-mana. Kalau ada yang ngerasa keberatan dan tidak setuju dengan butir-butir di atas, I totally agree with you cos saya pun ngga begitu suka dengan apa hal-hal tersebut. Itu cuman secungkil paradigma yang saya jalani sekarang dan sejauh ini sangat ngebantu aku dalam menghadapi isu-isu seputar hubungan cinta. I’m looking forward to review this writing in the future, both proud and laughing upon those silly analytical points, as well as making new adjustments here and there.
Yang bikin makin menarik adalah semua penjelasan di atas pas banget dengan sebuah kutipan dari film yang kebetulan saya tonton tadi malem, Chaos Theory: “The most important thing about love is that we choose to give it… and we choose to receive it, making it the least random act in the entire universe. It transcends blood, it transcends betrayal…and all the dirt that makes us human. Love as a decision not as a feeling.” Gimana menurut kalian...?? ^^v
Power of Dream Slideshow: Aozora’s trip to Semarang, Jawa, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Semarang slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.