Kisah boneka jepang dan hitter. Bertemu dimana hitter sangat mengagumi si boneka jepang. Menyayangi segenap jiwa. Hingga hari buruk tiba, dimana sifat asli hitter keluar. Kecemburuan, posesif dan perilaku kasarnya. Hitter dipenuhi rasa kecemburuan yang sangat besar. Karna hitter merasa bahwa si boneka jepang dikagumi banyak orang dan takut akan kehilangan. Ketakutan yang tak beralasan ini, membuat keadaan berubah.
"Tak seharusnya kau lakukan itu hitter!!!"
"Tak seharusnya kau lakukan itu hitter!!!"
Rambut hitam panjang bergelombang. Mata sipit yang selalu menjadi ciri khasnya. Senyum manis, bibir merah dan hidung mungil. Itulah boneka jepang. Hanya bisa diam dan membisu. Melihat tapi tak bisa berbuat apa-apa. Dan akan selalu menjadi sebuah mainan. Boneka jepang yang tak berguna, hanya diperlukan jika dibutuhkan saja. Boneka yang terlalu bodoh untuknya.
Hitter yang tak punya perasaan dan selalu berharap bonekanya sesuai dengan keinginannya. Berkali-kali hitter menuntut boneka ini dan itu, tapi boneka jepang hanya bisa terdiam dan menuruti semua perintahnya.
Hitter yang tak punya perasaan dan selalu berharap bonekanya sesuai dengan keinginannya. Berkali-kali hitter menuntut boneka ini dan itu, tapi boneka jepang hanya bisa terdiam dan menuruti semua perintahnya.
Boneka jepang ini sering menangis dalam sepi. Terdiam dalam dinginnya malam. Boneka butuh kasih sayang dari hitter, hanya itu doa yang selalu dia ucapkan setiap malam. Boneka yang akan selalu menjadi boneka. Boneka jepang yang bodoh akan perasaannya. Selalu menyayangi hitter meskipun hitter tak pernah memperdulikan perasaannya. Boneka yang ingin selalu melindungi dan ada untuk hitter. Ketika sang hitter sedih dan banyak masalah, hanya bonekalah pelampiasannya. Dengan setia boneka jepang itu selalu menemaninya.
Apakah pernah sedikitpun hitter itu menanyakan perasaan bonekanya? Tidak... Hitter hanya mementingkan dirinya sendiri dan sibuk dengan dunianya. Sampai pada akhirnya boneka jepang itu jatuh sakit. Dan boneka itu tidak pernah mengatakannya pada hitter. Boneka hanya selalu tersenyum dalam sakit, tertawa dalam kesedihan.
Apakah pernah sedikitpun hitter itu menanyakan perasaan bonekanya? Tidak... Hitter hanya mementingkan dirinya sendiri dan sibuk dengan dunianya. Sampai pada akhirnya boneka jepang itu jatuh sakit. Dan boneka itu tidak pernah mengatakannya pada hitter. Boneka hanya selalu tersenyum dalam sakit, tertawa dalam kesedihan.
Sampai sekarang meski boneka itu tak lagi bersama hitter. Boneka dengan setia ada untuk hitter. Boneka tak berharap banyak, dengan bertemu dan melihat muka hitter saja, boneka sudah sangat senang. Hitter... Hitter... Boneka say: "Tak apa hitter... kau hanya tak tau apa yang kau lakukan...
Sekarang boneka itu kesepian dan butuh teman. Apakah ada yang ingin menemaninya? Membuat boneka jepang itu mengeluarkan senyum lucunya lagi... Adakah orang yang bisa membuatnya seceria seperti dulu? Boneka hanya bisa berharap, suatu saat akan ada orang baik yang bisa membuatnya selalu tersenyum dan bahagia.








