Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Blogger Template From:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tuesday, December 28, 2010

Boneka Jepang

Kisah boneka jepang dan hitter. Bertemu dimana hitter sangat mengagumi si boneka jepang. Menyayangi segenap jiwa. Hingga hari buruk tiba, dimana sifat asli hitter keluar. Kecemburuan, posesif dan perilaku kasarnya. Hitter dipenuhi rasa kecemburuan yang sangat besar. Karna hitter merasa bahwa si boneka jepang dikagumi banyak orang dan takut akan kehilangan. Ketakutan yang tak beralasan ini, membuat keadaan berubah. 


"Tak seharusnya kau lakukan itu hitter!!!"



Rambut hitam panjang bergelombang. Mata sipit yang selalu menjadi ciri khasnya. Senyum manis, bibir merah dan hidung mungil. Itulah boneka jepang. Hanya bisa diam dan membisu. Melihat tapi tak bisa berbuat apa-apa. Dan akan selalu menjadi sebuah mainan. Boneka jepang yang tak berguna, hanya diperlukan jika dibutuhkan saja. Boneka yang terlalu bodoh untuknya.


Hitter yang tak punya perasaan dan selalu berharap bonekanya sesuai dengan keinginannya. Berkali-kali hitter menuntut boneka ini dan itu, tapi boneka jepang hanya bisa terdiam dan menuruti semua perintahnya.

Boneka jepang ini sering menangis dalam sepi. Terdiam dalam dinginnya malam. Boneka butuh kasih sayang dari hitter, hanya itu doa yang selalu dia ucapkan setiap malam. Boneka yang akan selalu menjadi boneka. Boneka jepang yang bodoh akan perasaannya. Selalu menyayangi hitter meskipun hitter tak pernah memperdulikan perasaannya. Boneka yang ingin selalu melindungi dan ada untuk hitter. Ketika sang hitter sedih dan banyak masalah, hanya bonekalah pelampiasannya. Dengan setia boneka jepang itu selalu menemaninya.


Apakah pernah sedikitpun hitter itu menanyakan perasaan bonekanya? Tidak... Hitter hanya mementingkan dirinya sendiri dan sibuk dengan dunianya. Sampai pada akhirnya boneka jepang itu jatuh sakit. Dan boneka itu tidak pernah mengatakannya pada hitter. Boneka hanya selalu tersenyum dalam sakit, tertawa dalam kesedihan.

Sampai sekarang meski boneka itu tak lagi bersama hitter. Boneka dengan setia ada untuk hitter. Boneka tak berharap banyak, dengan bertemu dan melihat muka hitter saja, boneka sudah sangat senang. Hitter... Hitter... Boneka say: "Tak apa hitter... kau hanya tak tau apa yang kau lakukan...

Sekarang boneka itu kesepian dan butuh teman. Apakah ada yang ingin menemaninya? Membuat boneka jepang itu mengeluarkan senyum lucunya lagi... Adakah orang yang bisa membuatnya seceria seperti dulu? Boneka hanya bisa berharap, suatu saat akan ada orang baik yang bisa membuatnya selalu tersenyum dan bahagia.

Penderitaan Membawa Ketekunan


Kita sungguh tidak mengerti jalan mana yang akan Tuhan pakai untuk mengangkat hidup seseorang yang senantiasa berseru kepadaNya. Satu hal yang harus tetap kita percaya bahwa Dia tidak pernah meninggalkan atau melupakan mereka yang mengasihiNya.
Masa kecil Ingram diwarnai pelbagai kesusahan, ayahnya yang adalah seorang pendeta meninggal saat ia berusia 13 tahun. Ibu Ingram mengerjakan apa saja untuk menghasilkan uang, namun beban hidup yang sangat berat membuatnya sakit-sakitan, dan 3 tahun kemudian meninggal dunia. Ingram yang berusia 16 tahun, kini bertanggung jawab atas ketiga orang adiknya yang masih kecil. Di awal kepergian ibunya, banyak anggota gereja yang mengirim makanan untuk mereka, tetapi semakin lama tidak ada lagi yang memperhatikan sementara Ingram belum mendapat pekerjaan. Suatu hari mereka tidak mempunyai makanan lagi, malamnya adik bungsu Ingram yang berusia 4 tahun terbangun dan menangis karena kelaparan. Ingram berusaha mengenyangkannya dengan memberi minum beberapa gelas air. Setelah kenyang adiknya tidur lagi, namun beberapa saat kemudian terbangun lagi dan terus menangis karena kelaparan. Keadann ini membuat Ingram bingung. Tiba-tiba salah satu adiknya berkata, “Kak, berdoa saja untuk dia.” Mendengar itu Ingram terdiam, dia tidak tahu harus bagaimana mendoakan masalah itu. “Doa Bapa Kami saja Kak,” usul adiknya yang lain. Lalu mereka menaikkan Doa Bapa Kami, tetapi ketika sampai pada kalimat, “… Berikanlah kami pada hari ini makanan,” keempat anak itu tiba-tiba menangis meraung-raung sampai akhirnya mereka tertidur dalam kepedihan. Paginya Ingram dan adik-adiknya terbangun karena seseorang mengetuk pintu, yang ternyata adalah pendeta mereka. “Tadi malam kami mendapat banyak ubi dan ini untuk kalian! Saya juga membawa kabar, mulai pukul delapan nanti Ingram sudah bisa bekerja,” kata pendeta yang membawa sekarung ubi itu. Ingram merebus ubi dan setelah itu pergi bekerja. Dua minggu kemudian Ingram mendapat gaji pertamanya, tepat di saat ubi yang mereka miliki habis. Di kemudian hari Ingram Shia menjadi Rektor STT di Taipei. Tuhan selalu hadir dalam segala keadaan, sekalipun dalam keadaan kritis.
Ketika Yeremia dimasukkan ke dalam perigi atau sumur, Tuhan tetap menyertai langkahnya dan memberinya kekuatan untuk bertahan di masa sukar itu (Yer 38). Iman bahwa Tuhan senantiasa menyertainya dalam segala keadaan, membuat Yeremia hidup sebagai nabi yang bertekun dalam penderitaan yang besar, dan hidupnya tetap berkenan di hadapan Tuhan. Penderitaan sering memacu orang untuk berhasil, karena sesungguhnya penderitaan bisa menimbulkan ketekunan; ketekunan menimbulkan tahan uji; dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dalam pengharapan kuasa Tuhan bekerja untuk memulihkan. Percayalah pada Tuhan dengan segenap hati maka Dia akan bertindak mengangkat hidup kita!
Power of Dream Slideshow: Aozora’s trip to Semarang, Jawa, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Semarang slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.