Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Blogger Template From:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Wednesday, January 5, 2011

Huuussth...


Bagaikan Luka di Bawah PeRBan

Cerita tentang sebuah luka
Sedikit demi sedikit mengangah… hush!!! Perban putih itu terbalut rapi, pita simpul manis tepat di bawah luka. Sakit tak terasa, karena saya sudah terbiasa dengan yang namanya LUKA! Apa yang dirasa sudah tidak ada, yang ada hanya luka tanpa rasa.


Kini aku mulai terbiasa dan membiasakannya!

Setiap hari terbangun, kuhela nafas, panjaaaaaaaaaaang … selalu yang kulihat sebuah LUKA. Heyy,!!! Jangan kau sembuhkan lukakku, karna semua itu PERCUMA! Jika kau tak benar-benar bisa menyembuhkan, jangan kau lakukan!
Kalau pada akhirnya, kau tetap saja akan menambah luka, lebih baik jangan kau coba menyembuhkan! Mungkin aku terlihat seperti pesakit. Terbujur kaku, terkulai lemah, merintih kesakitan. Tapi semua akan aku rasakan, meski terkadang terlihat sulit, akan aku coba… rasanya seperti mati tapi dalam keadaan hidup dan tak berdaya.
Derai air mata, sudah tak berarti. Luka ini lebih hebat dari biasanya. Membuat isi pikiran tak tentu, penuh tekanan-tekanan yang akupun tidak tahu, APA???
Hanya alunan music, berirama piano, tik tik tik tik tik .. (the meadow new moon) yang menemani lukaku. Setidaknya ada yang menemani, meski music nya sangat galau, sumbang, tapi aku cukup berteman dengan keadaan ini.

Lebih baik aku berteman dengan LUKA, karna jika aku terluka, aku akan tetap merasa baik-baik saja.

0 comments:

Post a Comment

Power of Dream Slideshow: Aozora’s trip to Semarang, Jawa, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Semarang slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.