Kisah #1
“Kisah Biola Dan Segala Sesuatu Yang Tak Dapat Diubah
Aozora, seorang pemain biola yang terkenal, pada suatu saat konser dengan iringan orchestra penuh, ia tampil untuk menghibur para pemujanya. Ruangan konser itu penuh sesak dengan orang-orang yang berharap mendapatkan suguhan music terbaik dari sang violis.
Seperti biasa, Aozora membuka konser itu dengan permainan biola yang sangat cantik. Penonton pun terbius mendengarkan lengkingan-lengkingan nada dari biola yang dengan terampil dimainkan oleh tangan sang violis. Namun tiba-tiba, di tengah permainan, salah satu senar biolanya putus. Aozora merasakan keringat dingin mulai membasahi dahinya. Dia bisa saja berhenti saat itu, tapi dia memilih untuk meneruskan permainannya.
Sayang sekali, tak lama kemudian, senar biolanya yang lain mulai putus satu per-satu. Ia mengumpat dalam hati atas kesialannya. Dan juga menyalahkan dirinya sendiri karena telah ceroboh tidak mengecek kondisi senar-senarnya dengan saksama sebelum pertunjukan dimulai.
Tapi, ia tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam perasaan menyesal. Ia harus fokus pada apa yang sedang dihadapinya saat itu. Ia tidak ingin mengecewakan penonton setianya, yang telah meluangkan waktu dan uang untuk menontonnya. Totalitasnya dalam bermusik membuatnya tetap meneruskan permainannya, meski tinggal tersisa satu senar pada biolanya.
Ketika para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri dan berteriak, “Hebat, hebat.” Tepuk tangan riuh pun membahana di seluruh penjuru gedung. Namun, Aozora menyuruh mereka untuk duduk. Aozora memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orchestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu. Dengan mata berbinar dia berteriak, “Aozora dengan satu senar.” Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya.
Penonton terkejut dan kagum pada kejadian ini. Karena dalam kondisi seperti itu, para penonton akan sangat memaklumi, jika Aozora berhenti dan tidak perlu menyelesaikan permainannya. Tapi, hal itu tidak dilakukannya. Aozora dengan kebulatan tekad dan keteguhan hati tetap meneruskan permainannya hingga akhir, hanya dengan satu senar.
Pesan Cerita:
Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekhawatiran, kekecewaan dan semua hal yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu mengonsentrasikan pada senar kita yang putus dan segala sesuatu yang tidak dapat kita ubah. Tapi sebaiknya, Anda berhenti mencemaskan senar-senar yang putus dalam hidup Anda, dan mulai fokus pada apa yang Anda miliki saat ini dan terus melangkah maju. Karena kegagalan itu adalah hal biasa, tapi bangkit kembali dan terus berjalan setelah jatuh, itu baru hal yang luar biasa.J







0 comments:
Post a Comment