Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Blogger Template From:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Saturday, December 17, 2011

Elang Dalam Burung Pipit


Aku menunduk dan melihat bayangan seekor burung pipit yang sedih dan lemah. Selalu berusaha menerjang angin. Dan walaupun pasir-pasir yang bertebaran menusuki dagingnya. Dia berjuang dengan sekuat tenaga, mengepakkan sayapnya. Menahan punggungnya yang penuh beban. Aku melihat ini, bayanganku, melengkung dan berputar di bumi. Dan duka cita membakar goresan dalam pada harapan gelapku di dalam.

Aku pernah melihat gelas, dan bukan karena separuhnya yang kosong, yang membawa keputusasaan. Tapi, bagian yang tumpah adalah madu. Madu yang aku rindukan dan aku perlukan, yang aku tangisi. Aku berhenti dan mawar yang kucium, tapi itu adalah mawar yang palsu.

Aku memiliki jiwa dan spirit, tapi mereka sudah melupakan dan tidak saling mengenal. Ketika aku memeras titik merah darah keberanianku ke dalam kepakan sayap-sayapku. Aku benar-benar tersesat di jalan yang telah kupetakan. Aku tersesat tepat di tempat yang telah aku pilih.

Setiap petunjuk yang aku gambar ada di sini. Dan aku semakin tersesat daripada kau hidup. Di dalam pengetahuan yang gelap ini, akhirnya aku menemukan harapanku. Di dalam keberanian murni yang tak aku punyai sama sekali. Aku tidak akan pernah mencapai tempat tujuanku.

Apapun halangannya, darah, air mata, robekan jiwaku. Ketika sayap-sayapku tersayat oleh kesedihan yang telah aku buat sendiri. Dan di dalam harapan yang tidak memiliki harapan ini. Aku menemukan angin. Tidak hanya nagin, tetapi angin di dalam angin.

Aku berhenti  mengepakkan sayap, membebaskannya, dan mulai mengapung. Perubahan di dalam udara sejuk kehidupanku, kehidupan yang sejati tidak palsu. Segala sesuatu baru dan aku terbang melayang. Kemudian membumbung tinggi melangit.

Sayap-sayapku memeluk langit dan jiwaku kembali mengenal spiritku. Madu itu bukan di dalam gelas lagi. Sebab madu itu telah memenuhi hatiku. Dan mawar harum itu adalah setiap mawar ditubuhku.

Aku tidak lagi berjuang dan menerjang sebab sekarang aku hidup. Pasir dan angin bersama-sama dengan perjalananku. Saudara-saudaraku disampingku, memeluk erat. Aku memandang seluruh dunia bernafas keindahan yang murni di dalam dan di luar. Beban beratku menguap bersama keluh kesahku. Dan memenuhi awan-awan yang mengacak-acak rambutku.

Aku menunduk. Bayang-bayang burung pipit yang sedih tidak ada lagi. Aku hanya melihat sayap-sayap besar burung Elang yang mengembang. Dalam angin dari semua angin yang selalu dimilikinya.

4 comments:

Anonymous said...

Blogwalking!! :D

Jangan sungkan mampir ke Vlog saya ya.. mrcybertronz.blogspot.com

Thx

dfwfewfewfef said...

keren kata"nya, berbobot hhehe

Alfiyan Personal Blog said...

Salam kenal yua... Jangan lupa mampir dan tinggalkan komentar... Follow juga ya gan...

Jantan Putra Bangsa said...

Elang simbol kekuatan dan Pipit simbol kelemahan.
menarik ya...
aku follow blog mu.
Menanti kunjungan dan follo back. terima kasih dan salam kenal

Post a Comment

Power of Dream Slideshow: Aozora’s trip to Semarang, Jawa, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Semarang slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.