Di atas jalan yang
paling sering dilalui orang. Aku bertemu kebohongan batinku sendiri. Di antara
keindahan dalam hidupku. Aku mendapati cahaya kilat perjuangan batin. Setiap
bukit atau mega yang sempurna adalah hadiah dalam kabut gelap. Syukuri damai
terlepas dari genggamanku karena egoku terlalu mau menang sendiri. Setiap
bayang pepohonan yang disucikan. Aku berpikir jauh lebih menyenangkanku. Dalam
langit yang biru dan disucikan. Aku mendapatkan yang lebih indah dalam mata
pikiran. Hujan kristal menetes hendak jatuh, bergemuruh tetapi tidak sekeras
panggilanku. Kemudian aku tahu mengapa damai lepas dari genggaman.
Aku kehilangan
kenikmatan terlalu banyak. Dalam diri seseorang, tumbuhan, atau sungai kecil
kesenangan lepas dari pandanganku. Aku melihat dari dekat sepotong hidupku. Aku
berdarah dari potongan pisau yang tidak sempurna. Tidak ada satupun dapat berdiri.
Aku menyuruh
peneliti secara kritis. Dan pandangan di pinggir pantai yang jauh, tampak lebih
berharga untuk diungkapkan. Kecantikan sebenarnya ada di tangan, untuk melihat
lebih dekat pada ketidaksempurnaan. Dan melihat sebab-sebab dari Tuhan dan hanya
kemudian mendapatkan kebahagiaan. Dan, setiap dianugerahkan pada setiap kecupan
suci. Setiap kepingan hidup pada kepingan puzzle kehormatan, telah dinaungi dan
dibentuk oleh tangan Tuhan.
Untuk melihat
samudra yang luas dari setitik embun dan memegang surga dalam setiap tarikan
napas. Untuk merasakan seluruh ciptaan dalam seekor kutu kecil dan wajah Tuhan
berada pada setiap yang kutatap.
Ketidaksempurnaan
yang sempurna ini begitu nyata.








1 comments:
Wah.. tulisan yang bagus..
Silahkan berkunjung ke blog ane, sis bisa berbagi sekaligus promo blog dan bertukar link dengan sobat yang lainnya..
Di tunggu ya.. !!!
Post a Comment